Kenali Technopreneur dan Perannya untuk Bangsa
Nama :
1. Fairuz Rahman (1501153721)
2. Arvin Tobias (1501150625)
3. Kevin Samantha (1501155802)
4. Charles (1501149232)
5. Calvin Erbianco (1501152946)
Apa itu Technopreneur ?
Technopreneur
merupakan penggabungan antara pemanfaatan perkembangan Teknologi dan Konsep
Entrepreneur. Dimana entrepreneur sendiri dapat di
definisikan sebagai sesesorang yang menciptakan bisnis / usaha dengan
keberanian untuk mengambil resiko guna mencapai keuntungan dan pertumbuhan
dengan cara mengidentifikasi peluang yang ada. Dari penjelasan tersebut dapat
disimpulkan bahwa Technopreneur adalah Entrepreneur yang mengoptimalkan
berbagai potensi perkembangan teknologi yang ada sebagai basis
pengembangan usaha yang di jalankannya, atau bisa di bilang Technopreneur ini
adalah Entrepreneur modern yang berbasis pada teknologi dalam menjalankan
usahanya.
Contoh Perusahaan yang berbasis Technopreneur
1. Microsoft
2. Google
3. Facebook
4. Twitter
5. Dan
masih banyak lagi perusahaan besar lain.
Namun perlu di ketahui bahwa Tehnopreneur ini
tidak hanya di batasi oleh pemanfaatan teknologi informasi saja, seperti vendor
IT, Web Hosting atau web design, namun segala jenis usaha, seperti meubel,
pertanian, elektroik, industri, restaurant, supermarket atau bahkan kerajinan
tangan. Sehingga semua orang bisa menjadi seorang technopreneur, karena semua
orang berhak dan mampu untuk menjadi Technopreneur asal ada keinginan yang
bersumber dari keinginan mereka sendiri. Karena Technopreneur itu adalah sebuah
pilihan.
1.
Riset pasar
Hampir semua bisnis membutuhkan riset pasar untuk menentukan feasibility suatu produk atau jasa. Riset pasar juga memberi keuntungan lebih bagi calon technopreneur sehingga mengetahui persoalan apa yang akan dipecahkan dalam masarakat. Setelah itu hasil riset pasar diwujudkan menjadi sebuah produk yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.
Sebab secanggih apapun teknologi yang ditawarkan bila
tidak menyentuk kehidupan masyarakat maka tidak ada seorang pun yang akan
memakai atau membelinya.
2. Differensiasi produk
Produk yang dibuat harus memiliki keunikan dan keunggulan
yang tidak dimiliki oleh produk lain yang ada di pasaran. Kalau anda memilih
untuk jadi blogger, usahakan konten blog anda benar-benar tidak biasa sehingga
orang berbondong-bondong untuk membaca setiap update terbaru blog anda. Bila
anda ingin menjadi programmer game, buatlah game yang konsep dan permainanannya
belum ada selama ini sehingga orang tertarik untuk memainkannya.
Stand out of the crowd adalah cara terbaik untuk menjadi sukses di era internet seperti saat ini. Baca cara unik promosi blog yang tidak biasa.
Stand out of the crowd adalah cara terbaik untuk menjadi sukses di era internet seperti saat ini. Baca cara unik promosi blog yang tidak biasa.
3. Tentukan pangsa pasar
Menentukan pangsa pasar juga turut berpengaruh pada kesuksesan anda. Seorang tehnopreneur harus menentukan akan main di pangsa pasar yang mana. Hal itu untuk memudahkan spesifikasi produk dan juga saat menentukan harga jual.
Ambil contoh, anda ingin membuat aplikasi Android berbasis game dengan pangsa pasar kategori usia 15-20 tahun. Tentu game tersebut harus memiliki citra yang mewakili orang di range usia tersebut. Biasanya game tersebut harus memacu adrenalin, atau punya warna serta tampilan game yang menarik. Bila ingin menyasar di kategori usia lain, maka anda harus menyesuaikan dengan kebiasaan orang di rentang usia tersebut.
4. Tes pasar
Setelah produk anda selesai, sebelum anda melempar produk
tersebut ke publik. Ada baiknya bila anda melakukan tes pasar terlebih dahulu.
Hal tersebut untuk menguji apakah produk tersebut bakal diterima oleh orang
banyak atau tidak. Tes produk juga merupakan saat terbaik untuk mendapatkan
feedback tentang kekurangan yang ada pada produk kita. Makanya technopreneur
harus membuat komunitas yang solid sebagai tempat tes produk.
5. Terus berinovasi
Bila produk tersebut sudah laris manis di pasaran, maka jangan pernah berhenti berinovasi untuk membuat produk tersebut semakin unggul dan mempunyai additional value bagi masyarakat. Tengoklah Facebook meskipun mereka merupakan rajanya sosial media namun mereka tidak pernah berhenti berinovasi. Sebab seorang technopreneur sejati adalah orang yang mampu mengombinasikan kecanggihan teknologi dan semangat entrepreneurship.
6. Lindungi hak paten
Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya bagi seorang
tehnopreneur adalah mendaftarkan produk anda ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual
untuk mendapat hak paten atas karya anda. Karena produk anda berbasis teknologi
dan informasi maka hak paten sangat diperlukan agar tidak ada pihak lain yang
menelurkan produk yang sama tanpa seizin anda.
Technopreneur : Peluang kaya tanpa banyak
biaya.
Banyak sekali contoh pengaplikasian konsep
Technopreneurship, seperti yang dilakukan oleh Linus Trovaldi yang mampu
menciptakan software open source yang kita kenal saat ini dengan nama linux,
ataupun Bill Gates yang mengawali keberhasilannya dengan OS Windowsmiliknya,
atau kita ambil contoh dari Indonesia, yakni Andrew Darwis dengan forum
KASKUS miliknya yang kini menjadi forum online terbesar di Indonesia, tidak
hanya itu, di Indonesia juga muncul nama pak Onno W.Purbo dan Michael
Sunggiardi yang memberikan gagasan tentang terciptanya Warung Internet ( WarNet
) , RT/RW-Net, serta pengembangan wajan bolic untuk mendapatkan internet
yang murah namun dengan jangkauan wireless LAN yang lebih luas. dari sekian
contoh technopreneur yang ada, bayangkan berapa keuntungan yang mampu mereka
capai ataupun manfaat yang mampu mereka bagi kepada para pengguna Inovasi
mereka. mereka menjadi technopreneur dengan inovasi yang mereka miliki dan
memberikan manfaat kepada orang-orang yang menggunakan inovasi mereka.
Contoh lain pengaplikasian konsep Technopreneur yang sedang tren saat ini salah satunya adalah Toko Online, disini technopreneur tidak butuh banyak modal mendukung usahanya. Karena technopreneur memanfaatkan peluang dalam perkembangan teknologi saat ini. Seorang Tecnopreneur bisa menggunakan Website untuk menggantikan fungsi dari sebuah toko, hanya dengan bermodal Domain dan Hosting, mereka bisa mendirikan sebuah toko online guna memasarkan barang yang mereka miliki. Dan sebagai media publikasi mereka cukup menyebarkan url website tempat toko online mereka, selain itu untuk pemasaran cukup dengan memaksimalkan fungsi dasar seach engine untuk mendukung publikasi website mereka, dimana search engine ini biasanya jadi tujuan awal dari para netter ( pengguna Internet ) untuk mencari apa yang mereka inginkan. Bisa dibayangkan target pemasaran mereka tidak dibatasi oleh jarak ataupun lokasi, karena pengunjung toko online mereka bisa berasal dari mana saja, baik dari luar kota, atau bahkan luar negeri, karena ketika kita membuat sebuah informasi di internet, maka informasi itu mampu di akses oleh semua pengguna internet. Tidak hanya itu, kita juga bisa menggunakan jejaring sosial seperti (Facebook, twitter, dll ) yang biasa digunakan sebagai media pertemanan , guna memasarkan produk atau jasa yang kita miliki. Perlu di ketahui bahwa konsep technopreneur menawarkan banyak kelebihan, antara lain : kemudahan bagi konsumen dan pelaku bisnis sendiri, pelaku bisnis dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen tanpa harus bertatap muka, transaksi jual beli jauh lebih mudah dan cepat, jam kerja pelaku bisnis yang tidak terikat seperti layaknya pegawai, hemat tenaga dan pastinya hemat biaya. Dan jika di perhatikan, semua kelebihan ini mampu memberikan banyak keuntungan bagi para pelakunya ( Technopreneur )
Contoh lain pengaplikasian konsep Technopreneur yang sedang tren saat ini salah satunya adalah Toko Online, disini technopreneur tidak butuh banyak modal mendukung usahanya. Karena technopreneur memanfaatkan peluang dalam perkembangan teknologi saat ini. Seorang Tecnopreneur bisa menggunakan Website untuk menggantikan fungsi dari sebuah toko, hanya dengan bermodal Domain dan Hosting, mereka bisa mendirikan sebuah toko online guna memasarkan barang yang mereka miliki. Dan sebagai media publikasi mereka cukup menyebarkan url website tempat toko online mereka, selain itu untuk pemasaran cukup dengan memaksimalkan fungsi dasar seach engine untuk mendukung publikasi website mereka, dimana search engine ini biasanya jadi tujuan awal dari para netter ( pengguna Internet ) untuk mencari apa yang mereka inginkan. Bisa dibayangkan target pemasaran mereka tidak dibatasi oleh jarak ataupun lokasi, karena pengunjung toko online mereka bisa berasal dari mana saja, baik dari luar kota, atau bahkan luar negeri, karena ketika kita membuat sebuah informasi di internet, maka informasi itu mampu di akses oleh semua pengguna internet. Tidak hanya itu, kita juga bisa menggunakan jejaring sosial seperti (Facebook, twitter, dll ) yang biasa digunakan sebagai media pertemanan , guna memasarkan produk atau jasa yang kita miliki. Perlu di ketahui bahwa konsep technopreneur menawarkan banyak kelebihan, antara lain : kemudahan bagi konsumen dan pelaku bisnis sendiri, pelaku bisnis dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen tanpa harus bertatap muka, transaksi jual beli jauh lebih mudah dan cepat, jam kerja pelaku bisnis yang tidak terikat seperti layaknya pegawai, hemat tenaga dan pastinya hemat biaya. Dan jika di perhatikan, semua kelebihan ini mampu memberikan banyak keuntungan bagi para pelakunya ( Technopreneur )
Pemerintah dukung adanya Technopreneur
Banyak yang belum tau bahwa pemerintah juga
turut mendukung pengembangan Technopreneurship atau bisnis berbasis teknologi,
itu karena Technopreneur di Indonesia bisa menjadi tulang punggung pembangunan
nasional serta mendukung kemandirian bangsa, semua itu di katakan oleh menteri
Koordinator perekonomian Hatta Rajasa dalam pidatonya. Menurut beliau,
perguruan tinggi harusnya juga memiliki tugas untuk mencetak orang-orang yang
tidak hanya sekedar mencari lapangan kerja, tapi juga menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi sehingga mereka mampu menjadi seorang Technopreneur
dan mampu menciptakan sebuah lapangan kerja baru bagi para calon pegawainya,
sehingga diharapkan dapat membawa perubahan kondisi bangsa ke arah yang lebih baik
dalam berbagai bidang.
Perlu kita tau bahwa di tahun 2015 ASEAN
akan menerapkan Economic Community. Ini akan menjadi awal dimulainya pasar
bebas regional ASEAN, sehingga peredaran uang dan barang akan sangat berpusat
pada teknologi, karena pemasaran dilakukan antar begara-negara ASEAN, maka
dibutuhkan banyak Technopreneur yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat
guna meningkatkan daya saing bisnisnya menghadapi pesaing-pesaing lain dari
kawasan ASEAN pada tahun 2015 nanti. Karena sebenarnya
Indonesia memiliki potensi untuk menghadapi ASEAN Economic Community ini, yakni
berupa sumber daya manusia yang sangat mencukupi untuk bersaing, dengan jumlah
penduduk Indonesia hingga 39% dari total penduduk ASEAN maka indonesia di
katakan mampu memberikan pengaruh besar bagi ASEAN Economy Community . Tidak
hanya itu, Indonesia juga memiliki kekayaan sumber daya alam yang lebih dari
negara-negara ASEAN yang lain, sehingga Indonesia memiliki Potensi besar dalam ASEAN
Economy Community ini. Karena itulah, begitu besar harapan pemerintah kepada
para generasi mudaIndonesia sebagai agen of change (agen pembawa
perubahan) dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, untuk
mampu mengembangkan potensi Indonesia yang telah ada tersebut sebagai seorang
Technopreneur guna mampu bersaing dengan negara ASEAN yang lain, sehingga
Indonesia mampu menjadi pemain Utama, bukan hanya sekedar partisipan dalam
ASEANEconomy Community ini. Itulah mengapa Technopreneur juga turut
berperan sebagai pendukung kemandirian bangsa guna melakukan pembangunan
nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan
daya saing bangsa Indonesia di kancah Internasional.
Jadi Pencari Kerja atau Pencipta Lapangan
Kerja ?
Melihat kondisi di negara kita saat ini,
dimana jumlah pencari kerja terus bertambah setiap tahunnya namun tidak
diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang mampu menampung semua pencari kerja
tersebut, ini mengakibatkan jumlah pengangguran di Indonesia terus ada bahkan
bisa bertambah tiap tahunnya. Bisa dibanyangkan berapa jumlah sarjana yang
lulus tiap tahunnya, namun dari jumlah sebesar itu, jumlah lapangan kerja
yang ada tidak mampu menampung keseluruhan jumlah sarjana-sarjana muda
tersebut, kondisi inipun belum di tambah dengan jumlah sarjana lulusan
tahun-tahun yang lalu, yang juga belum memperoleh pekerjaan. Sudah
bukan waktunya bagi kita untuk mencari lapangan kerja yang mampu menampung
kita, sudah bukan waktunya bersaing dengan para pencari kerja yang jumlahnya
terus menerus bertambah, dan sudah bukan waktunya bagi kita untuk menambahkan
nama kita ke daftar para pencari kerja atau bahkan para pengangguran. Dengan
memanfaatkan Peluang dan Kemampuan yang kita miliki, ini waktunya bagi kita
untuk melakukan Inovasi terhadap teknologi secara tepat guna, sehingga kita mampumeningkatkan
kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan
sebuah lapangan kerja baru guna turut mengurangi angka pengangguran di negeri
ini, serta mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di mata dunia.
http://www.olpreneur.com/2013/10/tips-sukses-jadi-technopreneur.html
No comments:
Post a Comment