PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANFAAT DAN KEGUNAAN CRM(CUSTOMER
RELATIONSHIP MANAGEMENT) PADA PERUSAHAAN
MAKALAH TOPIK-TOPIK LANJUTAN
SISTEM INFORMASI
Oleh
Charles 1501172323
06 PMM

Universitas Bina Nusantara
Jakarta
2014/2015
Universitas Bina
Nusantara
Jurusan Sistem
Informasi
School of
Information Systems
Makalah
Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester Genap
2014/2015
PENERAPAN SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN DIGITAL
DI UNIVERSITAS
Charles 1501149232
Kelas: 06 PMM
Abstrak
TUJUAN
PENULISAN, ialah
untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
serta untuk mengetahui dan menganalisa manfaat CRM(customer relationship
management)pada perusahaan
METODOLOGI
PENELITIAN Metode tersebut
menggunakan metode studi pustaka, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan
cara melakukan pengkajian
terhadap sumber-sumber yang autentik seperti membaca buku, serta literature
dari internet yang berhubungan dengan permasalahan, sehingga diperoleh data yang dibutuhkan dalam pembuatan
paper tentang “
PENERAPAN
SISTEM INFORMASI MANFAAT DAN KEGUNAAN CRM(CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT)
PADA PERUSAHAAN”
HASIL YANG DICAPAI adalah dapat
mengetahui manfaat dan kegunaanCRM(customer relationship management)pada
perusahaan
SIMPULAN dari pembuatan makalah tentang “PENERAPAN SISTEM
INFORMASI MANFAAT DAN KEGUNAAN CRM(CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) PADA
PERUSAHAAN” ini adalah dengan
adanya CRM (Customer Relationship Management) maka perusahaan lebih memikirkan
bagaimana untuk meningkatkan kepuasan pelanggan serta manfaat dan kegunaan nya
terhadap perusahaan
Kata Kunci
CRM,Customer Relationship
Management,Pelanggan,Perusahaan
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Pada zaman sekarang ini setiap
perusahaan dituntut untuk siap menghadapi persaingan yang akan menjadi semakin
ketat dengan perusahaan-perusahaan lain. Tidak semua perusahaan menawarkan suatu produk yang mereka jual
menyadari bahwa pentingnya suatu pelayanan terhadap konsumen. Hal ini bisa
terjadi akibat banyaknya produk yang dijual merupakan produk unggulan atau
banyak diminati oleh para konsumen, sehingga perusahaan tidak memiliki kekhawatiran
akan ditinggalkan oleh konsumen atau pelanggan akan lari dari produk yang d
jual.
Akan Seberapa besar keuntungan yang dilepaskan begitu saja jika kita tidak mempedulikan kepuasan konsumen.
CRM (Customer Relationship Management) merupakan suatu strategi dan gaya manajemen untuk membangun dan memelihara hubungan dengan pelanggan yang menguntungkan dengan memperhatikan nilai dan kepuasan pelanggan.
CRM
merupakan salah satu pendekatan perusahaan terhadap pelanggannya yang pada saat ini banyak di gunakan oleh
perusahaan.
Fungsi
CRM terbagi bagi untuk mendukung kegiatan bisnis perusahaan, seperti penjualan
/ sales, marketing, customer service, training, HRD, dll,CRM
mengintegrasikan bagian-bagian yang memiliki
mata rantai dengan konsumen. Persaingan bisnis saat ini tidak hanya mengandalkan
produk, didorong dengan semakin
ketat persaingan, juga
dikarenakan kemajuan informasi teknologi itu sendiri, kebutuhan akan sistem CRM
akan semakin terasa hari demi hari. Secara operasional,
CRM mendukung proses bisnis seperti
penjualan, marketing, ataupun service. Perhatikan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut
berinteraksi dan sangat berhubungan erat dengan konsumen.
CRM ternyata tidak hanya
memanjakan konsumen, banyak hal positif yang dapat terbantu dengan adanya CRM,
-Membangun proses ujung ke ujung
dalam melayani pelanggan
-Menyediakan dukungan pelanggan
yang sempurna
-Menangani keluhan/komplain
pelanggan
-Mencatat dan mengikuti semua aspek
dalam penjualan
-Membuat informasi holistik tentang
informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.
-Informasi konsumen dapat disimpan pada sebuah data sehingga dapat mempermudah
proses selanjutnya.
Dengan adanya sistem CRM (Customer Relationship Management), agar pelaku bisnis dapat mengetahui bagaimana cara-cara melayani konsumen, agar konsumen merasa puas sehingga keuntungan yang diperoleh semakin meningkat, karena apabila konsumen merasa puas dengan pelayanan kita, maka secara otomatis konsumen tersebut akan lebih setia dengan produk yang kita tawarkan, atau menjadi pelanggan tetap bagi bisnis kita.
Dengan adanya sistem CRM (Customer Relationship Management), agar pelaku bisnis dapat mengetahui bagaimana cara-cara melayani konsumen, agar konsumen merasa puas sehingga keuntungan yang diperoleh semakin meningkat, karena apabila konsumen merasa puas dengan pelayanan kita, maka secara otomatis konsumen tersebut akan lebih setia dengan produk yang kita tawarkan, atau menjadi pelanggan tetap bagi bisnis kita.
menurut Wikipedia(http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_hubungan_pelanggan#Fungsi-fungsi_dalam_CRM)
1.2 Ruang Lingkup
Ruang lingkup yang akan dibahas pada penulisan makalah ini adalah
-Pengertian tentang CRM
-Keuntungan Penggunaan CRM
1.3 Tujuan dan Manfaat
1.3.1
Tujuan
Tujuan
yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
-Sebagai
pemenuhan tugas dari mata kuliah Topik-Topik Lanjutan.
-Untuk mengetahui dan menganalisa penerapan
CRM pada perusahaan
1.3.2
Manfaat
Manfaat
yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah :
- agar dapat menciptakan hubungan yang
lebih baik antara perusahaan dengan customer sehingga pihak perusahaan dapat
mengenal lebih jelas karakteristik dari pelanggan yang beranekaragam
-Dapat menambah pengetahuan mengenai CRM
1.4Metodologi Penelitian
Metode tersebut menggunakan metode
studi pustaka dengan mengumpulkan
berbagai data dan informasi yang terdapat dalam buku, dan media internet, serta
sumber-sumber lainnya yang bersangkutan, sehingga diperoleh data-data yang
dibutuhkan dalam pembuatan makalah tentang CRM ini.
BAB
2
LANDASAN
TEORI
2.1 Teori-Teori Dasar/Umum
Sesuai dengan judul makalah ini
“PENERAPAN SISTEM INFORMASI CRM(CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT) PADA
PERUSAHAAN”maka teori-teori yang ada sebagai berikut:
2.1.1
Pengertian Informasi dan Sistem Informasi
Menurut
O’Brien (2005,p29) sistem merupakan sekelompok komponen yang saling
berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input
serta menghasilkan output dalam proses transformasi yang teratur.
Sistem semacam ini memiliki tiga komponen atau fungsi
yang berinteraksi:
1.
Input melibatkan penangkapan dan perakitan berbagai elemen yang memasuki sistem
untuk diproses.
2.
Pemrosesan melibatkan proses transformasi yang mengubah input menjadi output.
3.
Output melibatkan pemindahan elemen yang telah diproduksi oleh proses
transformasi ketujuan akhir.
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan elemen-elemen yang
berhubungan yang menghasillkan sesuatu.
2.1.2
Pengertian Informasi
Menurut O’brien (2005,p38) data
adalah fakta atau observasi mentah yang biasanya banyak data yang menjelaskan
kegiatan tersebut.Sedangkan informasi merupakan data yang telah diubah menjadi
konteks yang berarti dan berguna bagi pemakai akhir tertentu.Dari pengertian
diatas bahwa informasi merupakan data yang dapat dimengerti oleh pengguna dan
memiliki arti.
2.1.3
Pengertian Sistem Informasi
Menurut O’brien(2005,p5) sistem
informasi merupakan kombinasi teratur apapun dari orang-orang, hardware,
software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah
dan menyebarkan sistem informasi dalam sebuah organisasi.Dari pengertian diatas
sistem informasi merupakan gabungan dari beberapa elemen-elemen yang digunakan
untuk memberikan informasi yang berarti.
Menurut O’brien ( 2005, p10 )
terdapat tiga alasan mendasar untuk semua aplikasi bisnis dalam teknologi
informasi, yaitu :
1. Mendukung proses dan operasi
bisnis
2. Mendukung pengambilan keputusan
para pegawai dan managernya
3. Mendukung berbagai strategi unuk
keunggulan kompetitif
2.1.4Pengertian
Customer Relationship Management (CRM)
Definisi menurut Kalakota dan
Robinson 2001, CRM didefinisikan sebagai integrasi dari strategi
penjualan, pemasaran, dan pelayanan
yang terkoordinasi.
Ada tiga tahapan CRM, yaitu (Kalakota dan
Robinson 2001) :
Mendapatkan pelanggan baru (acquire).
Pelanggan baru didapatkan dengan memberikan kemudahan
pengaksesan informasi, inovasi
baru, dan pelayanan yang menarik.
Meningkatkan hubungan dengan pelanggan yang
telah ada (enhance). Perusahaan berusaha menjalin
hubungan dengan pelanggan melalui
pemberian pelayanan yang baik terhadap pelanggannya (customer
service). Penerapan cross selling
atau up selling pada tahap kedua dapat meningkatkan pendapatan
perusahaan dan mengurangi biaya
untuk memperoleh pelanggan (reduce cost).
Mempertahankan pelanggan. Tahap ini merupakan
usaha mendapatkan loyalitas pelanggan dengan
mendengarkan pelanggan dan berusaha
memenuhi keinginan pelanggan.
b. Definisi menurut Laudon dan
Traver 2002, CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh
kontak yang terjadi antara
pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf
perusahaan yang memerlukan
informasi tentang pelanggan tersebut.
c. Definisi menurut Kotler 2003 ,
CRM mendukung suatu perusahaan untuk menyediakan pelayanan kepada
pelanggan secara real time dan
menjalin hubungan dengan tiap pelanggan melalui penggunaan informasi
tentang pelanggan.
Menurut Kotler dan Armstrong (2004,
pp. 16-23), customer relationship management merupakan proses membangun dan
mempertahankan hubungan jangka 4
panjang yang menguntungkan dengan
pelanggan melalui penyediaan pelayanan yang
bernilai dan yang memuaskan mereka.
Secara garis besar, perusahaan dapat
mengembangkan hubungan dengan
pelanggannya melalui tiga pendekatan, yaitu (1)
manfaat finansial (financial
benefit); (2) manfaat sosial (social benefit); dan (3) ikatan
struktural (structural ties).
1. Manfaat finansial (financial
benefit)
Manfaat finansial meliputi penghematan biaya
yang dikeluarkan oleh seorang
pelanggan pada saat mereka membeli
produk atau jasa dari perusahaan.
Implementasi yang paling sering
dari penyediaan manfaat finansial adalah dengan
menjalankan frequency marketing
programs seperti pemberian reward berupa
diskon khusus apabila pelanggan
sering melakukan pembelian atau apabila membeli
dalam jumlah yang besar. Dalam
praktek di lapangan, istilah frequency marketing
program seringkali digunakan secara
bergantian dengan istilah reward program
mengingat kedua istilah tersebut
memiliki makna yang sama.
2. Manfaat sosial (social benefit)
Membangun hubungan dengan pelanggan dengan
cara memberikan manfaat
finansial memang penting, namun
tidak cukup sampai di tahap ini saja. Lebih lanjut,
Kotler dan Armstrong (2004)
menyatakan bahwa perusahaan perlu juga
memberikan manfaat sosial bagi
pelanggan mereka. Pemberian manfaat sosial lebih
menyentuh kebutuhan dan keinginan
pelanggan secara lebih personal. Di tingkat ini,
hubungan dengan pelanggan tidak
hanya tercipta karena insentif harga yang
diberikan oleh pihak perusahaan,
namun ada ikatan sosial bahkan persahabatan baik
antar perusahaan dengan pelanggan,
maupun antar pelanggan yang satu dengan
pelanggan yang lainnya.
Implementasi dari penyediaan manfaat sosial (social
benefit) paling mudah adalah
berusaha mengingat nama pelanggan secara individu.
Hal ini telah banyak diterapkan
oleh hotel-hotel berbintang terhadap pelanggan
loyalnya, dimana setiap kali mereka
menginap di hotel yang bersangkutan, pihak
hotel senantiasa melayani dengan
menyebut nama pelanggan yang bersangkutan,
bahkan pihak hotel melalui database
yang ada, mampu mengingat layanan-layanan
apa saja yang menjadi preferensi
dari pelanggan loyal tersebut.
Selain implementasi dari penyediaan manfaat
social yang sederhana seperti di atas,
pelaksanaan penyediaan manfaat
sosial dapat dilakukan dengan cara membentuk
5
klub pelanggan, seperti yang dilakukan
oleh Harley Davidson yang membentuk
Harley Davidson Club (HDC), dimana
hubungan yang tercipta tidak hanya pihak
perusahaan dengan anggota klub yang
memiliki sepeda motor besar Harley
Davidson saja, namun di dalam klub
terjalin hubungan antar sesama pemilik sepeda
motor. Aktivitas yang mereka
lakukan misalnya setiap tahun menyelenggarakan
safari road mengelilingi kota atau
wilayah negara tertentu.
3. Ikatan struktural (structural
ties)
Membangun hubungan jangka panjang
yang menguntungkan dengan pelanggan
melalui penyediaan ikatan
struktural sehingga memudahkan pelanggan untuk
bertransaksi dengan perusahaan.
Martin, Brown, DeHayes, Hoffer
& Perkins (2005, p.194) sistem CRM
Berusaha menyediakan sebuah
pendekatan terintegrasi terhadap semua aspek dalam perusahaan dalam kaitannya
dengan pelanggannya, yang meliputi marketing, sales dan support.
Tujuan dari sistem ini adalah dengan penggunaan teknologi diharapkan terjadi
jalinan hubungan yang kuat antara perusahaan dengan pelanggannya. Dengan kata
lain, perusahaan berusaha mengelola kinerja perusahaannya
dengan lebih baik.
(http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2HTML/TSA20120095BAB2/page.htm)
Menurut O’Brien (2002, p.130), “CRM
uses information technology to create a cross-functional enterprise system that
integrates and automates many of the customer serving processes in sales,
marketing, and product services that interact with a company’s customers. CRM
systems also create an IT framework that integrates all of these processes with
the rest of a company’s business operations. CRM systems consist of a family of
software modules that perform the business activities involved in such front
office processes. CRM software provides the tools that enable a business and
its employees to provide fast, convenient, dependable, and consistent service
to its customers.” Kutipan
ini berarti bahwa CRM menggunakan teknologi
informasi untuk menciptakan cross-functional
enterprise system yang
mengintegrasikan dan mengotomatisasi proses layanan pelanggan dalam bidang
penjualan, pemasaran, dan layanan produk/ jasa berkaitan dengan perusahaan.
CRM
juga meliputi sekumpulan modul software yang membantu aktivitas bisnis
perusahaan, seperti proses kantor depan. Software CRM adalah sebuah alat
yang memungkinkan perusahaan untuk memberikan layanan yang cepat, prima serta
konsisten pada pelanggannya dan dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1.Gambar CRM dalam proses bisnis
(https://www.google.com/search?q=cr,&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=utpLU6n_Ncb_rQfd44C4Cw&ved=0CAcQ_AUoAg&biw=1366&bih=624#q=manfaat+crm&tbm=isch&facrc=_&imgdii=_&imgrc=HZ4npT9E9E3wMM%253A%3BiwsKF7DCaqZaeM%3Bhttp%253A%252F%252Fgamzsta.files.wordpress.com%252F2011%252F12%252Fcrm.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fgamzsta.wordpress.com%252F%3B819%3B460)
2.1.5Loyalitas
Pelanggan
Menurut Kotler, Bowen dan Makens,
loyalitas pelanggan didefinisikan sebagai
besarnya kemungkinan pelanggan
membeli kembali dan kesediaan mereka untuk
menjadi partner bagi perusahaan
(1999, p. 351). Menjadi partner berarti bersedia
membeli produk atau jasa dalam
jumlah yang lebih banyak, memberikan rekomendasi
positif serta bersedia
menginformasikan kepada pihak perusahaan apabila terjadi
kesalahan dalam operasional
pelayanan.
Griffin menyatakan bahwa terdapat
dua faktor penting yang memungkinkan
loyalitas pelanggan dapat dibangun
dan berkembang. Faktor pertama adalah ikatan
emosional yang dimiliki pelanggan
terhadap produk atau jasa perusahaan harus lebih
besar daripada ikatan emosional
mereka terhadap produk atau jasa pesaing perusahaan tersebut. Sedangkan faktor
kedua adalah adanya pembelian berulang yang dilakukan oleh pelanggan (dikutip
dalam Shoemaker and Lewis, 1998).
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1
CRM(Customer Relationship Management)
Walaupun
CRM sudah di banyak pakai oleh beberapa perusahaan,banyak perusahaan yang lagi
berkembang tidak memakai system dari CRM.
Contoh perusahaan yang telah melakukan CRM adalah PT.Uniliver,PT.Kalbe
Contoh perusahaan yang telah melakukan CRM adalah PT.Uniliver,PT.Kalbe
3.2
Penggunaan CRM pada perusahaan
Tyler (2005,p.50) juga menegaskan
hal yang sama bahwa dengan menggunakan database
CRM dalam bisnis akan pembantu perusahaan untuk mengetahui alir seluruh
aktivitas mulai panggilan telpon untuk order penjualan hingga permintaan
layanan. Dengan adanya sentralisasi semua komunikas yang terjadi dengan
pelanggan pada suatu tempat akan meningkatkan efisiensi. Ketika ada konsistensi
maka akan terbentuk kemampuan untuk mengukur dan mengelola sumber daya manusia
dan semua proses yang terjadi. Dalam risetnya, Freeman & Seddon menyatakan
ada keuntungan yang didapat perusahaan dengan penerapan CRM ini.
Pertama, perusahaan dapat
meningkatkan proses komunikasi dua arah dengan pelanggan sehingga proses
transaksi menjadi lebih cepat dan akurat, pengurangan cycle time, dan headcount
reduction. Kedua, perusahaan dapat meningkatkan management decisions dan profit.
Ketiga, customer service dapat
ditingkatkan layanannya. Dan yang terakhir, perusahaan dapat meningkatkan
business growth and support
<http://csrc.lse.ac.uk/asp/aspecis/20050161.pdf >.
Contoh
penggunaan CRM:
-Contoh seperti yang dilakukan oleh
FedEx, sebagai
perusahaan pengiriman barang, yang
melengkapi pelanggan dengan sistem online
sehingga setiap pelanggan dapat
menelusuri status dokumen atau barang mereka
yang dikirim lewat perusahaan ini
dengan cara mengakses secara online pada situs
resmi perusahaan.
-contoh lain di
antaranya adalah Telkomsel yang mengeluarkan layanan SimpatiZone untuk
pelanggan pra bayarnya. Ini dilakukan karena yang terdaftar di Telkomsel tentu
saja adalah pelanggan pasca bayar, sementara pelanggan pra bayar tidak
terdaftar profilnya. Salah satu faktor penting agar pelanggan memberikan
data-datanya kepada perusahaan adalah penawaran benefit untuk pelanggan.
Kebanyakan ritel memberikan reward point dan juga diskon jika mereka menjadi
anggota. Telkomsel memberikan keuntungan kepada pelanggan Simpati jika kartu
mereka hilang dan pelanggan masih dapat memakai nomor yang sama dengan hanya
membayar 50% dari harga kartu. Selain itu, benefit yang dikeluarkan tentu saja
perlu memiliki nilai yang sesuai dengan pelanggan.
3.3 Jenis
jenis CRM
Secara garis besar CRM dapat di
klasifikasikan terdiri dari tiga jenis :
Operational
CRM
Mencakup otomatisasi yang
terintegrasi dari keseluruhan proses bisnis
seperti data base pelanggan yang dapat kita analisa
Operational CRM mengoptimasi proses bisnis yang berinteraksi secara langsung dengan pelanggannya. CRM memiliki berbagai macam aplikasi yang diterapkan dalam pemasaran, penjualan dan pelayanan yang mendukung proses bisnis
seperti data base pelanggan yang dapat kita analisa
Operational CRM mengoptimasi proses bisnis yang berinteraksi secara langsung dengan pelanggannya. CRM memiliki berbagai macam aplikasi yang diterapkan dalam pemasaran, penjualan dan pelayanan yang mendukung proses bisnis
Aplikasi operational CRM dapat di
bedakan menjadi dua jenis sebagai
berikut:
a)Customer-Facing Application
Faktor
utama dari aplikasi CRM Customer-Facing adalah contact center, Sales Force Automation, dan field service. Disebut Customer-Facing karena pihak perusahaan di
bagian ini berhubungan dengan pelanggan secara langsung
b)Customer-Touching Applications
bagian
ini dapat juga disebut aplikasi CRM elektronik mencakup teknologi tersebut
dengan yang pelanggan berinteraksi dan biasanya membantu diri mereka sendiri.
Aplikasi ini meliputi pencarian dan kemampuan perbandingan, informasi teknis
dan lainnya dan jasa, produk dan layanan yang disesuaikan, halaman web pribadi,
FAQ, e-mail dan respon otomatis, dan program loyalitas.
Strategi operational CRM ini memfasilitasi traditional CRM, yang membuat
pelayanan, penjualan dan atau bagian pemasaran lebih meningkatkan
profitabilitas perusahaan dan pelanggan. Sedangkan infrastruktur dan servis
dari collaborative CRM membuat
perusahaan dapat berinteraksi dengan pihak , yakni semua pihak yang
memungkinkan berhubungan dengan perusahaan.
Analytical
CRM
Merupakan proses analisis dari data
yang dihasilkan pada Operational CRM.
CRM bagian ini membuat perusahaan agar untuk mengerti apa yang
menjadi permintaan pelanggan dan memberikan respon, secara lebih baik, menganalisis
kebutuhan mereka. Tetapi banyak perusahaan hanya berfokus untuk menggunakan CRM
hanya sebatas untuk mendengar kebutuhan dan keluhan dari pelanggan, yang pada
praktisnya hanya berkonsentrasi pada komponen operational dan collaborative
CRM, sehingga analisis akan pemahaman dan pengenalan terhadap pelanggan yang
sebenarnya belum terjadi.
Analytical
CRM memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan suatu pengetahuan akan pelanggan
dan dapat melakukan langkah kedepan nya atau estimasi terhadap pelanggan
berdasarkan data-data analisis yang dipakai. Pengetahuan yang didapat
perusahaan adalah tentang pelanggan apa yang di ingikan oleh pelanggan, yang
dapat mendukung hubungan pelayanan interaksi antara pelanggan dan perusahaan dengan
lebih baik dan mendukung berbagai keputusan dalam penerapan operational dan
atau collaborative CRM dalam proses
penjualan dan pemasaran produk, sehingga kedudukannya ,menjadi lebih baik dari component
CRM lainnya.
Analytical CRM merupakan feedback antara interaksi pelanggan yang
realtime dengan perusahaan agar
perusahaan dapat untuk menganalisa apa yang telah terjadi dan bagaimana
meningkatkan cara perusahaan berinteraksi dikemudian hari. Dapat di katakana bahwa
analytical CRM adalah penggunaan data
pelanggan untuk menganalisis dan mengevaluasi yang apa yang lebih baik untuk
mendukung perusahaan agar dapat membentuk suatu hubungan yang profitable antara perusahaan dan
pelanggannya.
Berdasarkan sebuah arkitel dalam
Info World Analytical CRM dapat menyediakan hal-hal sebagai berikut :
1.kelompok segmentasi pelanggan
2. Analisa profitabilitas,
mengetahui pelanggan mana yang profitable
selama kurun waktu tertentu
3.personalisasi, kemampuan untuk
memasarkan kepada pelanggan secara personal berdasarkan data-data yang ada
tentang pelanggan itu.
4.event monitoring, yaitu segala aktivitas yang dilakukan pelanggan
yang berkaitan dengan perusahaan dan begitu pula sebaliknya tindakan perusahaan
terhadap segala yang berhubungan dengan pelanggannya, seperti promosi,
transaksi, dan sebagainya.
Analytical
CRM
mampu membedakan pelanggan yang memiliki
profitabilitas tinggi dengan tingkat akurasi yang lebih matang, maka return on investement (ROI) akan suatu
pelanggan dapat diprediksi dengan baik. Dengan adanya pengetahuan tersebut maka
perusahaan dapat membuat kondisi pada penawaran yang tepat,harga yang
tepat,pada saat yang tepat kepada pelanggan yang berpotensi untuk membeli apa
yang di tawarkan oleh perusahaan. hal ini memaksimalkan profit dari perusahaan
dengan mendapatkan data pelanggan yang dapat di analisis.
sehingga perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat tentang pelanggan, perilakunya dan apa yang di butuhkan oleh pelanggan. Dengan demikian mendukung perusahaan dalam melakukan personalisasi terhadap pelanggan dan menyesuaikan diri seiring dengan kemungkinan perubahan-perubahan yang terjadi dari permintaan pelanggan.
sehingga perusahaan dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat tentang pelanggan, perilakunya dan apa yang di butuhkan oleh pelanggan. Dengan demikian mendukung perusahaan dalam melakukan personalisasi terhadap pelanggan dan menyesuaikan diri seiring dengan kemungkinan perubahan-perubahan yang terjadi dari permintaan pelanggan.
Analytical
CRM digunakan sebagai alat pengukur atau pengevaluasian yang dapat mengevaluasi profitabilitas pelanggan,
berdasarkan dari hasil analisa yang kuat, dan meningkatkan pengefisiensi
perusahaan kepada pelanggan. Dengan menganalisa profitabilitas pelanggan,
perusahaan dapat melakukan segmentasi pelanggannya berdasarkan tingkat
profitabilitasnya sehingga dapat membuat target tingkat penjualannya terhadap
pelanggan.
Collborative
CRM
Aplikasi pelayanan yang terkolaborasi,
seperti e-mail, personalized publishing,
e-communities, forum diskusi, dan tempat
lainnya yang dibuat untuk memudahkan interaksi antara pelanggan dan perusahaan.Seperti
di forum diskusi,pihak perusahaan dapat mengetahui masukan pelanggan secara langsung,
Perbedaan operational CRM dan
Analytical CRM
a)Operational CRM
Dibuat untuk menerima respon secara
cepat kepada banyak user
user melakukan proses transaksi
dalam waktu yang singkat
seperti call service,
b)Analytical CRM
Dibuat untuk melakukan proses yang lebih kompleks dan
memerlukan waktu proses yang lama serta hanya digunakan oleh beberapa user saja.
forum diskusi
forum diskusi
3.4Keuntungan CRM
CRM membantu perusahaan untuk
mengembangkan produk baru berdasarkan pengetahuan yang lengkap tentang
keinginan pelanggan, dinamika pasar dan pesaing dengan cara:
-
Menjaga pelanggan yang sudah ada
-
Menarik pelanggan baru
-
Cross Selling: menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan
berdasarkan pembeliannya
-
Upgrading: menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (gold card vs. silver
card)
-
Identifikasi kebiasaan pelanggan untuk menghindari penipuan
-
Mengurangi resiko operasional karena data pelanggan tersimpan dalam satu sistem
-
Respon yang lebih cepat ke pelanggan
-
Meningkatkan efisiensi karena otomasi proses
3.5 Manfaat CRM
Manfaat menggunakan CRM (Customer Relationship Management) yang
dapat berpengaruh untuk meningkatkan nilai suatu perusahaan :
Meningkatkan Loyalitas Pelanggan
Pengaplikasian sistem CRM memungkinkan perusahaan untuk menggunakan
informasi dari pelanggan via web,
call center, ataupun lewat staff
marketing dan pelayanan di lapangan.
agar pelanggan merasa lebih di hargai dan lebih nyaman dengan produk yang kita tawarkan
agar pelanggan merasa lebih di hargai dan lebih nyaman dengan produk yang kita tawarkan
Sehingga tidak lari dari produk
kita
Mengurangi Biaya
CRM juga memungkinkan perusahaan
untuk mengurangi biaya,karena produk yang kita tawarkan adalah produk yang di
perlukan oleh pelanggan,sehingga tidak sia-sia dalam kata lain produk yang kita
tawarkan tertuju pada pelanggan yang tepat
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Kemudahan proses penjualan dan
layanan akan mengurangi resiko penurunan kualitas pelayanan dan mengurangi
beban cash flow
Peningkatan Time to Market
Aplikasi CRM memungkinkan membawa
produk ke pasar dengan lebih cepat dengan informasi dari pelanggan atau masukan
dari pelanggan yang telah perusahaan analisis, seperti dengan adanya data
pembelian dari pelanggan.
Peningkatan Pendapatan
Seperti yang telah di jelaskan di
atas,penerapan CRM yang tepat akan meningkatkan loyalitas pelanggaan terhadap
perusahaan, mengurangi biaya, meningkatkan efisiensi
operasional, dan peningkatan time to market yang pada akhirnya akan
berujung pada peningkatan pendapatan perusahaan
3.6Alasan
diterapkannya CRM
Pembeli atau pelanggan adalah raja, ini adalah pribahasa yang selalu di pakai oleh perusahaan yang menjual barang atau pun jasa.
Sehingga CRM ini pun dapat menjadi kunci untuk menarik hati sang raja agar setia dalam membeli produk yang di tawarkan,dengan adanya CRM memungkinkan perusahaan dapat memuaskan keinginan pembeli dengan mengembangkan interaksi dua arah antara pembeli dan perusahaan,dengan CRM ini kedua pihak antara pembeli harus terbangun rasa percaya terhadap produk yang di beli nya,salah satu contoh saat ini,banyak perusahaan yang banyak melakukan investasi teknologi,yang memungkinkan pelanggannya dapat mendesign produk sesuai yang di inginkan oleh pelanggan .ini gunanya untuk meningkatkan kepuasan hati dari pembeli
Pembeli atau pelanggan adalah raja, ini adalah pribahasa yang selalu di pakai oleh perusahaan yang menjual barang atau pun jasa.
Sehingga CRM ini pun dapat menjadi kunci untuk menarik hati sang raja agar setia dalam membeli produk yang di tawarkan,dengan adanya CRM memungkinkan perusahaan dapat memuaskan keinginan pembeli dengan mengembangkan interaksi dua arah antara pembeli dan perusahaan,dengan CRM ini kedua pihak antara pembeli harus terbangun rasa percaya terhadap produk yang di beli nya,salah satu contoh saat ini,banyak perusahaan yang banyak melakukan investasi teknologi,yang memungkinkan pelanggannya dapat mendesign produk sesuai yang di inginkan oleh pelanggan .ini gunanya untuk meningkatkan kepuasan hati dari pembeli
Dengan
bantuan teknologi digital, semakin banyak perusahaan yang menerapkan model CRM
ini. Contohnya perusahaan sepatu brood yang bertempat di bandung,ia melayani
pengdesignan produk dari sisi model,warna , serta ukuran yang di inginkan oleh
pelanggan sehingga sang pelanggan tidak perlu pusing untuk mencari model
,ukuran yang di inginkannya.
BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
CRM(customer
Relationship Management) adalah salah satu yang sangat penting yang harus di
perhatikan oleh perusahaan yang ingin bersaing dengan
perusahaan-perusahaan,karena di zaman sekarang ini persaingan perusahaan
sangatlah banyak,sehingga perusahaan harus mampu mengetahui keinginan dari
pelanggannya,Menurut jika suatu perusahaan ingin sukses,maka harus menjalin
relasi yang sangat baik dengan pelanggannya,karena suatu perusahaan tidak akan
berjalan jika tidak ada pelanggan yang ingin membeli produk atau jasa yang
mereka tawarkan, Kunci
keberhasilan CRM adalah memahami keseluruhan hubungan kerja sama antara
perusahaan dan pelanggan dengan memafaatkan . IT-Based program dan
software.Bagi pelanggan software atau aplikasi yang mudah digunakan
dapat membuat pelanggan mudah untuk memberikan masukan masukan kepada
perusahaan,di lain sisi perusahaan juga memperoleh manfaat untuk meningkatkan
profit mereka dengan efisiensi dan produktivitas perusahaan dengan memberikan
layanan dan pengalaman yang konsisten bagi pelanggannya melalui media dan saran
yang dapat di pilih oleh penggunanya,dengan demikian akan tercipta suatu
hubungan yang baik dalam jangka panjang
4.2 Saran
berdasarkan hasil yang dapat di simpulkan di atas,maka ada beberapa saran yang bermanfaat terhadap perusahaan
a)Memaksimalkan penggunaan CRM
untuk memperoleh informasi tentang pelanggan untuk bertujuan meningkatkan
tingkat pelayanan yang di berikan perusahaan terhadap pelanggan
b)Memperhatikan apa yang di ingikan
oleh pelanggan,karena pelanggan adalah raja
c)Meningkatkan fasilitas perusahaan
yang dapat menunjang pelayanan lebih baik terhadap pelanggan
DAFTAR
PUSTAKA
Tyler (2005,p.50) <http://csrc.lse.ac.uk/asp/aspecis/20050161.pdf
>.
O'Brien, J. A. (2007). Enterprise
Information Systems (13th
ed.). Mc-Graw Hill
Kotler, P., & Armstrong, G. (2004).
Principles of marketing, (10th ed), New Jersey:
Prentice Hall.
Shoemaker, S., & Lewis, R. C. (1999).
“Customer loyalty: The future of hospitality
marketing”, Hospitality Management, vol.
18, pp. 345-370.
DAFTAR
RIWAYAT HIDUP
Nama :
Charles
Tempat, Tanggal Lahir : Pekanbaru, 17April1993
Jenis Kelamin :
Laki-Laki
Alamat :
Jl. U No. 9A
Nomor Telepon : 081212889938
Riwayat Pendidikan dan
kursus :
Ø Tahun
1998- 1999 : TK
Pertiwi-TelukKuantan
Ø Tahun
1999-2004 :SD N
006-TelukKuantan
Ø Tahun
2005- 2008 : SMP N002-TelukKuantan
Ø Tahun
2008- 2011 : SMA Santa
Maria - Pekanbaru
Ø Tahun
2011- sekarang : Universitas
Bina Nusantara - Jakarta
No comments:
Post a Comment